About

Ada fase di mana saya melihat birokrasi sebagai persoalan individu tentang siapa yang bekerja dengan baik, dan siapa yang tidak.

Ada fase di mana saya melihat birokrasi sebagai persoalan individu tentang siapa yang bekerja dengan baik, dan siapa yang tidak.

Namun seiring waktu, pandangan itu perlahan berubah. Saya mulai memahami bahwa banyak hal yang tampak sebagai persoalan individu, justru berakar pada bagaimana sistem dirancang.

Sejak itu, cara saya memaknai birokrasi pun bergeser. Bagi saya, birokrasi bukan semata tentang orang, melainkan tentang desain yang membentuk cara orang bekerja.

Perjalanan saya

Bagaimana saya sampai di titik ini
Perjalanan saya tidak dimulai dari dunia kebijakan publik. Saya dibentuk sebagai seorang engineer terbiasa berpikir dalam struktur, presisi, dan keterkaitan antar bagian.

Dari sana, langkah saya bergerak melintasi berbagai ruang: riset, management consulting, komunikasi, hingga pengembangan organisasi dan pembelajaran. Lintasannya tidak selalu linear, namun justru di situlah saya mulai melihat pola, bagaimana berbagai disiplin saling terhubung dalam menjelaskan dan menyelesaikan persoalan.

Di tengah perjalanan tersebut, saya berkesempatan bertemu dengan sosok yang menggeser cara pandang saya tentang birokrasi. Ia memperkenalkan perspektif yang sederhana, namun mendasar: bahwa banyak kebuntuan bukan semata soal niat atau kapasitas individu, melainkan tentang sistem yang belum sepenuhnya dirancang untuk menghasilkan dampak yang diharapkan.

Pemahaman itu kemudian menetap. Sejak saat itu, saya cenderung melihat kebijakan bukan hanya dari apa yang tertulis, tetapi dari bagaimana sistem di baliknya bekerja dan sejauh mana ia benar-benar dapat dijalankan.

What I believe

Apa yang saya yakini

Reformasi tidak berawal dari dokumen.

Ia berakar pada keselarasan cara berpikir, yang kemudian diterjemahkan secara konsisten ke dalam sistem dan praktik sehari-hari.

Birokrasi pada akhirnya perlu diukur dari dampaknya.

Bukan sekadar dari apa yang dikerjakan, tetapi dari apa yang benar-benar berubah dan dirasakan.

Teknologi memiliki peran penting, namun bukan titik awal.

Nilainya muncul ketika ia dibangun di atas proses yang sehat dan akuntabilitas yang terjaga.

What I do now

Apa yang saya kerjakan sekarang

Saat ini, fokus utama saya adalah strategic advisory & consulting bekerja lintas tiga ranah yang saling memperkuat.

Di ranah kebijakan publik, saya mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan di tingkat kementerian, khususnya dalam isu reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Peran saya berada di antara konsep dan implementasi: mengurai isu yang kompleks, menyusun policy brief, berdialog dengan lintas pemangku kepentingan, serta merancang pendekatan yang tidak hanya tepat secara konseptual, tetapi juga memungkinkan untuk dijalankan.

Di ranah organisasi dan pengembangan kapabilitas, saya membantu institusi dari korporasi hingga BUMN merancang transformasi internal: desain organisasi, pengembangan talenta, dan learning experience yang berbasis kebutuhan nyata.

Di ranah komunikasi strategis, saya bekerja pada bagaimana institusi menyampaikan dirinya: brand perception, narrative building, crisis management dan positioning yang aligned dengan nilai dan strategi.

Tiga ranah ini, bagi saya, bukan tiga pekerjaan terpisah. Mereka adalah tiga sudut pandang dari pertanyaan yang sama: bagaimana sistem baik publik atau privat dapat dirancang dan dijalankan agar menghasilkan dampak yang diharapkan.

Dari proses tersebut, saya semakin meyakini satu hal: solusi yang baik bukanlah yang paling komprehensif, melainkan yang paling konsisten dapat diimplementasikan.

Personal note

Sedikit catatan personal
Jika saya melihat ke belakang, perjalanan ini tidak sepenuhnya dirancang sejak awal. Banyak keputusan diambil di tengah situasi yang tidak selalu pasti.

Namun justru melalui proses itulah saya belajar untuk bertahan di ruang ketidakpastian memahami beragam konteks, menghubungkan berbagai perspektif, dan membaca pola di balik kompleksitas.

Pengalaman tersebut perlahan membentuk saya sebagai seorang generalis. Dalam konteks kebijakan publik, kemampuan untuk melihat persoalan dari lintas sudut pandang sering kali menjadi prasyarat untuk merancang solusi yang relevan dan dapat dijalankan.

"Saya terbuka untuk percakapan tentang strategi, sistem, dan transformasi dari kebijakan publik dan organisasi, ke pengembangan kapabilitas dan komunikasi strategis. Termasuk juga isu-isu yang beririsan, seperti keberlanjutan dan dampak sosial."